Hari ini aku tahu engkau hadir membawa sejuta warna. Engkau bukan hanya sebuah pelangi, tapi ratusan warna kombinasi ketulusan dan keindahan sang pencipta. Aku hari ini tersipu malu, melihat mesra engkau menyapaku. Biar orang lain merasa curiga, biar orang lain merasa terangah. Tapi kita akan tetap dalam kesendirian kita. Menatap penuh kasih dan mengenang setiap perjumpaan kita . Karena hanya itulah yang bisa kita lakukan. Kita masih belum terikat dalam ikatan nan suci. Kadang aku berpikir, percepat saja langkah ini. Tapi Dia yang maha tahu,,,,

Untukmu yang selalu dalam kesendirian.

25 July 2010

I am sorry to make you waiting for me. We believe God has created our fate.

Iklan

Tiga Buah Penafsiran

Posted: 25 Maret 2010 in Kisah Sufi

Tiga orang guru sufi yang telah bertekad hendak mendapatkan kebenaran sampai ke rumah salah seorang dari guru-guru yang ternama.

Mereka memohon pertolongan dari sang guru. Sebagai jawaban, sang guru membawa mereka ke dalam kebunnya. Ia mengambil sebuah ranting kayu mati, menuju petak-petak kebunnya dan menebas kembang-kembang dari pohon-pohon yang menjulang.

Ketika mereka kembali ke dalam rumah, sang guru arif bijaksana duduk beserta siswa-siswanya dan bertanya:

“Apakah makna dari perbuatanku itu? Barang siapa di antara kamu memberi penafsiran yang benar akan menerima pengajaranku”.

Guru sufi yang pertama menjawab:

“Penafsiranku terhadap pelajaran tadi adalah “manusia-manusia yang menyangka bahwa mereka lebih banyak mengetahui daripada orang-orang lain harus disamaratakan dengan orang-orang lain dalam menerima pengajaran”.”

Guru sufi yang kedua menjawab:

“Pemahamanku mengenai perbuatanmu tadi adalah “sesuatu yang terlihat indah mungkin tidak penting dalam totalitasnya”.”

Guru sufi yang ketiga menjawab:

“Akan kuterangkan bahwa semua perbuatanmu itu menunjukkan “sebuah benda mati, bahkan sebuah ranting pengetahuan yang dipergunakan secara berulang-ulang, masih dapat mencelakakan benda-benda yang hidup”.”

Sang guru berkata:

“Kalian semua kuterima sebagai murid karena setiap orang di antara kalian memiliki penafsiran. Tak seorang pun di antara kalian mengetahui makna yang selengkapnya dan bersama-sama semua penafsiran-penafsiran kalian belumlah sempurna, namun masing-masing telah mengemukakan sebuah kebenaran.”



oleh Idries Shah

Sebulan lebih tak bersua membuat hati ini kering, ingin rasanya tuk tetap bersama tapi apa daya karena waktulah yang memisahkan kita. Untuk mengawali dan ucapan maaf saya karena sudah meninggalkan jejak-jejak luka pada sahabatku, aku persembahkan artikel ini;

Untukmu sahabat…

Inpirasiku…

Baca entri selengkapnya »

By Rizal Anis Rifqi

Pendidikan adalah aset terbesar untuk bangsa ini.jika memang demikian, Ingatan saya langsung terbayang pada Negara tetangga kita yaitu Malaysia. Sebelum kita mengenal kemajuannya sekarang ternyata dulu mereka mengimport guru-guru pendidik dari Indonesia. Itu di lakukannya setelah merdeka. Lagi, bagaimana Negara Jepang menganggap bahwa pendidikan adalah aset yang paling berharga. Pasca kejadian pemboman kota Hirosima dan Nagasaki mereka tidak mencoba membangun fisik bangunan terlebih dahulu tapi mencari guru. Sehingga pada akhirnya kita mengenal Jepan dengan segala kemajuan tekhnology dan keunggulan SDMnya.

Pertanyaan terbesar dalam hidup saya adalah kenapa pasca Indonesia merdeka bukan pendidikan menjadi prioritas utama? Saya baru menemukan jawaban itu sekarang. Ternyata sederhana sekali jawabanya karena bangsa ini terlalu bangga dengan SDA yang banyak. Pasca merdeka kita lebih suka mengekploitasi SDA yang ada tanpa di imbangi dengan pendidikan yang baik bagi warganya. Baca entri selengkapnya »

Jakarta, Jumat (19 Juni 2009) — Guna mendorong penulis supaya lebih termotivasi untuk menulis buku, pemerintah memberikan bantuan dana. Pada 2009, Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional (Pusbuk Depdiknas) menganggarkan bantuan kepada penulis buku sebanyak Rp.2 milyar untuk 500 judul buku. Upaya ini dilakukan untuk menyediakan buku yang bermutu dan sesuai standar nasional.

Sekretaris Jenderal Depdiknas Dodi Nandika mengatakan, bantuan insentif ini merupakan langkah konkret pemerintah bagi para penulis buku yang memerlukan dana yang dapat digunakan untuk mengumpulkan bahan tulisan dan menulis awal. “Kita sediakan blockgrant subsidi kepada rekan – rekan penulis buku,” katanya usai membuka pameran Hari Buku Se Dunia dan Hari Buku Nasional 2009 di Plaza Depdiknas, Jakarta, Jumat (19/06/2009) .

Dodi menyampaikan, bantuan ini tidak hanya dikhususkan untuk menulis buku teks pelajaran, tetapi akan digunakan untuk buku pengayaan. Depdiknas, kata dia, juga membeli dan membantu penerbitan serta pengedaran majalah sastra Horison. “Negara besar seperti ini hanya punya satu majalah sastra yaitu majalah Horison, sedangkan negara kecil lain punya tiga sampai empat,” katanya.

Dodi menyebutkan, saat ini perbandingan membaca mencapai 1/3 per siswa per tahun. Menurut dia, kendala yang dialami adalah masalah budaya, kesenangan, minat, dan kendala teknis seperti buku belum tersedia dengan mudah, harganya belum murah, dan di perpustakaan belum tersedia dengan baik. “Daerah terpencil, perbatasan, dan di pulau terluar sulit membeli buku. Toko buku juga jarang di kota – kota kecil di Indonesia,” katanya.
Baca entri selengkapnya »

Jakarta, Senin (6 Juli 2009) — Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan   (Dit. PSMK) mempertajam program kewirausahaan sekolah menengah kejuruan (SMK). Di samping SMK terus didorong bermitra dengan industri untuk perluasan pasar kerja, para siswa SMK dikenalkan konsep – konsep kewirausahaan. Program ini diselenggarakan melalui program three plus one.

Direktur Pembinaan SMK Joko Sutrisno menyampaikan, program three plus one adalah program bagi siswa SMK yang telah mengikuti ujian nasional (UN) untuk dilatih khusus memperdalam kompetensinya dan mampu melakukan tata operasi usaha kecil dan menengah, cara memasarkan, mengidentifikasi pasar dari karya yang dihasilkan, dan bagaimana menata kelola laporan keuangan. “Program kewirausahaan akan kita pertajam, dengan demikian kita harapkan bahwa peluang kerja akan semakin besar di Indonesia. Kita akan terus mendorong pemerintah untuk bisa membeli barang – barang yang dibuat oleh putra – putra Indonesia sendiri,” katanya saat memberikan keterangan pers di Gedung Depdiknas, Jakarta, Senin (6/07/2009).

Joko menjelaskan, program ini dilaksanakan mulai siswa mengikuti pendidikan di SMK selama tiga tahun dan diperpanjang untuk masa waktu paling lama satu tahun disesuaikan dengan program industri. Program ini, kata Joko, dilatarbelakangi adanya permintaan magang dari industri kepada siswa SMK dalam durasi yang panjang selama enam bulan sampai dengan satu tahun. “Oleh karena itu, kita mencari satu solusi sebaiknya kalau ada industri yang meminta siswa magang untuk term yang panjang kita akan kirimkan siswa yang sudah mengikuti UN,” katanya.
Baca entri selengkapnya »

Manado, Rabu (10 Juni 2009) — Upaya untuk mewujudkan generasi mendatang yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat terus digalakkan. Kantin sekolah yang memenuhi syarat kesehatan merupakan salah satu indikator kunci sekolah sehat. Usaha kesehatan sekolah mendorong terwujudnya budaya sehat di sekolah.

Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan Nasional (Sesjen Depdiknas) Dodi Nandika menyampaikan, sanitasi di sekolah perlu mendapatkan perhatian khusus seperti masalah air bersih, pembuangan sampah, dan limbah. Dia mengingatkan, bahwa jajanan sekolah berpotensi tidak bergizi, mengandung bahan pewarna, dan bahan pengawet berbahaya.

“Dengan menciptakan sekolah yang bersih dan sehat berarti menciptakan lingkungan yang kondusif bagi terjadinya proses belajar mengajar yang lebih baik. Anak – anak bisa belajar dengan tenang dan menyerap pengetahuan di sekolah,” katanya pada pencanangan Kantin Sehat Sekolah (KSS) di SMPN 1 Manado, Sulawesi Utara, Rabu (10/06/2009).
Baca entri selengkapnya »