Archive for the ‘Rekonstruksi Pendidikan’ Category

By Rizal Anis Rifqi

Pendidikan adalah aset terbesar untuk bangsa ini.jika memang demikian, Ingatan saya langsung terbayang pada Negara tetangga kita yaitu Malaysia. Sebelum kita mengenal kemajuannya sekarang ternyata dulu mereka mengimport guru-guru pendidik dari Indonesia. Itu di lakukannya setelah merdeka. Lagi, bagaimana Negara Jepang menganggap bahwa pendidikan adalah aset yang paling berharga. Pasca kejadian pemboman kota Hirosima dan Nagasaki mereka tidak mencoba membangun fisik bangunan terlebih dahulu tapi mencari guru. Sehingga pada akhirnya kita mengenal Jepan dengan segala kemajuan tekhnology dan keunggulan SDMnya.

Pertanyaan terbesar dalam hidup saya adalah kenapa pasca Indonesia merdeka bukan pendidikan menjadi prioritas utama? Saya baru menemukan jawaban itu sekarang. Ternyata sederhana sekali jawabanya karena bangsa ini terlalu bangga dengan SDA yang banyak. Pasca merdeka kita lebih suka mengekploitasi SDA yang ada tanpa di imbangi dengan pendidikan yang baik bagi warganya. (lebih…)

Iklan

Jakarta, Jumat (19 Juni 2009) — Guna mendorong penulis supaya lebih termotivasi untuk menulis buku, pemerintah memberikan bantuan dana. Pada 2009, Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional (Pusbuk Depdiknas) menganggarkan bantuan kepada penulis buku sebanyak Rp.2 milyar untuk 500 judul buku. Upaya ini dilakukan untuk menyediakan buku yang bermutu dan sesuai standar nasional.

Sekretaris Jenderal Depdiknas Dodi Nandika mengatakan, bantuan insentif ini merupakan langkah konkret pemerintah bagi para penulis buku yang memerlukan dana yang dapat digunakan untuk mengumpulkan bahan tulisan dan menulis awal. “Kita sediakan blockgrant subsidi kepada rekan – rekan penulis buku,” katanya usai membuka pameran Hari Buku Se Dunia dan Hari Buku Nasional 2009 di Plaza Depdiknas, Jakarta, Jumat (19/06/2009) .

Dodi menyampaikan, bantuan ini tidak hanya dikhususkan untuk menulis buku teks pelajaran, tetapi akan digunakan untuk buku pengayaan. Depdiknas, kata dia, juga membeli dan membantu penerbitan serta pengedaran majalah sastra Horison. “Negara besar seperti ini hanya punya satu majalah sastra yaitu majalah Horison, sedangkan negara kecil lain punya tiga sampai empat,” katanya.

Dodi menyebutkan, saat ini perbandingan membaca mencapai 1/3 per siswa per tahun. Menurut dia, kendala yang dialami adalah masalah budaya, kesenangan, minat, dan kendala teknis seperti buku belum tersedia dengan mudah, harganya belum murah, dan di perpustakaan belum tersedia dengan baik. “Daerah terpencil, perbatasan, dan di pulau terluar sulit membeli buku. Toko buku juga jarang di kota – kota kecil di Indonesia,” katanya.
(lebih…)

Jakarta, Senin (6 Juli 2009) — Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan   (Dit. PSMK) mempertajam program kewirausahaan sekolah menengah kejuruan (SMK). Di samping SMK terus didorong bermitra dengan industri untuk perluasan pasar kerja, para siswa SMK dikenalkan konsep – konsep kewirausahaan. Program ini diselenggarakan melalui program three plus one.

Direktur Pembinaan SMK Joko Sutrisno menyampaikan, program three plus one adalah program bagi siswa SMK yang telah mengikuti ujian nasional (UN) untuk dilatih khusus memperdalam kompetensinya dan mampu melakukan tata operasi usaha kecil dan menengah, cara memasarkan, mengidentifikasi pasar dari karya yang dihasilkan, dan bagaimana menata kelola laporan keuangan. “Program kewirausahaan akan kita pertajam, dengan demikian kita harapkan bahwa peluang kerja akan semakin besar di Indonesia. Kita akan terus mendorong pemerintah untuk bisa membeli barang – barang yang dibuat oleh putra – putra Indonesia sendiri,” katanya saat memberikan keterangan pers di Gedung Depdiknas, Jakarta, Senin (6/07/2009).

Joko menjelaskan, program ini dilaksanakan mulai siswa mengikuti pendidikan di SMK selama tiga tahun dan diperpanjang untuk masa waktu paling lama satu tahun disesuaikan dengan program industri. Program ini, kata Joko, dilatarbelakangi adanya permintaan magang dari industri kepada siswa SMK dalam durasi yang panjang selama enam bulan sampai dengan satu tahun. “Oleh karena itu, kita mencari satu solusi sebaiknya kalau ada industri yang meminta siswa magang untuk term yang panjang kita akan kirimkan siswa yang sudah mengikuti UN,” katanya.
(lebih…)

Manado, Rabu (10 Juni 2009) — Upaya untuk mewujudkan generasi mendatang yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat terus digalakkan. Kantin sekolah yang memenuhi syarat kesehatan merupakan salah satu indikator kunci sekolah sehat. Usaha kesehatan sekolah mendorong terwujudnya budaya sehat di sekolah.

Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan Nasional (Sesjen Depdiknas) Dodi Nandika menyampaikan, sanitasi di sekolah perlu mendapatkan perhatian khusus seperti masalah air bersih, pembuangan sampah, dan limbah. Dia mengingatkan, bahwa jajanan sekolah berpotensi tidak bergizi, mengandung bahan pewarna, dan bahan pengawet berbahaya.

“Dengan menciptakan sekolah yang bersih dan sehat berarti menciptakan lingkungan yang kondusif bagi terjadinya proses belajar mengajar yang lebih baik. Anak – anak bisa belajar dengan tenang dan menyerap pengetahuan di sekolah,” katanya pada pencanangan Kantin Sehat Sekolah (KSS) di SMPN 1 Manado, Sulawesi Utara, Rabu (10/06/2009).
(lebih…)

Solo, Senin (29 Juni 2009) — Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo meminta agar perguruan tinggi di lingkungan Muhammadiyah (PTM) menjadi PT berkelas dunia. Mendiknas berharap, setidaknya PTM dapat masuk dalam jajaran 200 PT terbaik Asia.

“Saya betul – betul menginginkan UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta) dan PTM yang lain betul – betul segera ketularan untuk menjadi world class atau berkelas dunia dan itu bukan sesuatu hal yang mustahil.  UNS (Universitas Negeri Sebelas Maret), tetangga dekatnya, jumlah mahasiswanya hampir sama malah lebih besar UMS dan sekarang sudah masuk jajaran 200 besar terbaik Asia.Saya ingin melihat dari kalangan PTS ada yang pecah telur dan pecah telurnya saya berharap dari Muhammadiyah, ” kata Mendiknas pada Pelepasan Karya Siswa Dosen – Dosen Perguruan Tinggi Muhammadiyah ke Luar Negeri dan Peresmian Pesantren Mahasiswa Internasional KH Mas Mansur di Auditorium UMS, Solo, Jawa Tengah, Senin (29/06/2009) .

Sebanyak 34 mahasiswa dari lingkungan Muhammadiyah, 19 diantaranya dari UMS, mendapatkan beasiswa luar negeri ke sejumlah perguruan tinggi di negara – negara kawasan Eropa dan Australia. Beberapa PT lain yang mendapatkan beasiswa adalah dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Andalas, dan UNS.

Mendiknas menyebutkan, ada tiga kunci untuk menjadi PT berkelas dunia. Pertama, kata Mendiknas, adalah keberhasilan merekrut manusia terbaik baik dosen, mahasiswa, maupun karyawan. Menurut Mendiknas, dosen yang baik akan menyedot mahasiswa terbaik dan mahasiswa terbaik membuat dosen tertarik dan kerasan mengajar. “Bahkan sampai karyawannya pun dapatkan yang terbaik. Manusia bisa dibentuk, dibangun, dan dikembangkan menjadi terbaik tentunya melalui pendidikan,” katanya.
(lebih…)

Jakarta, Jumat (9 Oktober 2009) — Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo meminta agar para guru lebih kreatif mengajarkan kesadaran berkonstitusi. Lebih dari itu, kata Mendiknas, guru bukan hanya mengajarkan tentang kewarganegaraan, tetapi juga bagaimana pendidikan diatur di Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional.

Mendiknas meminta agar guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memahami betul bahwa sudah terjadi reformasi pendidikan secara kolosal dan mendasar di dalam UUD 1945. Lebih lanjut Mendiknas mengatakan, amanat untuk mengajarkan dan mensosialisasikan kesadaran berkonstitusi bukan hanya tugas guru mata pelajaran PKn saja.

Mendiknas mengatakan, seorang guru sejarah mestinya mengajarkan sejarah dalam perspektif konstitusi. Sementara guru agama dapat mengajarkan hablumminannas atau hubungan dengan sesama makhluk dalam perspektif konstitusi di dalam bingkai Negara Kesaturan Republik Indonesia (NKRI). “Kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan bisa dipakai untuk sosialisasi kesadaran berkonstitusi,” kata Mendiknas usai menyaksikan penandatangan nota kesehapaman bersama antara Mahkamah Konstitusi (MK) dengan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dan Departemen Agama (Depag), Jumat (9/10/2009), di Hotel Sheraton Media, Jakarta.
(lebih…)

Jakarta, Selasa (10 November 2009) — Tugas utama seorang guru dengan kemuliaannya adalah mampu memotivasi dan membangkitkan agar anak didik  punya cita – cita. Guru diharapkan mampu mendorong anak didik bersikap optimis. Guru dianggap berprestasi jika siswa – siswa mampu melebihinya.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh dihadapan para finalis Lomba Kreasi dan Inovasi Media Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama Tingkat Nasional, Selasa (10/11/2009) di Depdiknas, Jakarta.

“Anak didik kita itu masa depan kita semua. Oleh karena itu, dia harus kita berikan motivasi dan dorongan – dorongan agar dia punya cita – cita, punya mimpi – mimpi besar. Media (pembelajaran) yang akan kita lombakan sebagai kreasi dan inovasi dari bapak ibu sekalian itu adalah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ikhtiar untuk meningkatkan kualitas pendiidkan kita,” kata Mendiknas.
(lebih…)