Archive for the ‘Khidmat Hati’ Category

Air mata kesederhanaan

Posted: 3 Oktober 2010 in Khidmat Hati

Masih teringat jelas dalam ingatanku, bagaimana orang tua setengah baya itu mendorong grobak kecil berisikan makanan. Soto ayam pak Bean demikian nama yang tertera dal, gerobak tersebut. Mungkin tak terhitung berapa kilometer ia berjalan untuk menjajakan barang daganganya. Kita tidak akan bisa membayangkan bagaimana lelah dan capeknya yang ia lakukan hanya untuk mendapatkan sesuap nasi atau menghidupi anak dan istrinya. Namun, semua itu ia jalanai setiap hari agar ia mendapatkan sebuah senyuman anak lelaki yang sekarang menginjak remaja dan seorang istri yang setia mendidik dan menungguinya di rumah. Tak ada raut muka kesedihan dalam wajahnya. Ia masih saja bisa tersenyum kecil seraya menyapu keringat di wajahnya. (lebih…)

Iklan

Musibah Bahagia

Posted: 4 Agustus 2010 in Khidmat Hati

Sebagian orang menganggap bahwa musibah itu adalah sesuatu yang tidak membahagiakan dan buruk. Akan tetapi ada satu musibah yang bahagia bahkan ini bisa menjadi sebuah karunia. Itulah musibah cinta. Setiap orang akan mengatakan bahwa cinta adalah anugerah. Memang. Karena ia diciptakan dengan penuh kasih dan sayang, ia tercipta karena keindahan. Semua akan terlihat indah jika hatinya dipenuhi oleh perasaan cinta. Dan cinta itupulalah yang membuat hidup ini menjadi penuh warna kebahagiaan dan kesenangan. Lalu apa yang disebut dengan musibah kebahagiaan? (lebih…)

Bicaralah pada hatimu…(bag I)

Posted: 12 November 2009 in Khidmat Hati

Banyak ahli muslim terutama yang memperhatikan masalah akhlak kepada Allah, mengemukakan bahwa hati manusia merupakan kunci pokok pembahasan menuju pengetahuan tentang Tuhan. Hati, sebagai pintu dan sarana Tuhan memperkenalkan kesempurnaan diri-Nya. “Tidak dapat memuat dzat-Ku bumi dan langit-Ku, kecuali “Hati” hamba-Ku yang mukmin lunak dan tenang ( HR Abu Dawud). Hanya melalui “hati manusialah” keseimbangan sejati antara Tuhan dan kosmos bisa dicapai.

Al Qur’an menggunakan istilah qalb (hati) 132 kali, makna dasar kata itu ialah membalik, kembali, pergi maju mundur, berubah, naik turun. Diambil dari latar belakangnya hati mempunyai sifat yang selalu berubah, sebab hati adalah lokus dari kebaikan dan kejahatan, kebenaran dan kesalahan.

Hati adalah tempat dimana Tuhan mengungkapkan diri-Nya sendiri kepada manusia. Kehadiran-Nya terasa didalam hati, dan wahyu maupun ilham diturun-kan kedalam hati para Nabi maupun wali-Nya.

“Ketahuilah bahwa Tuhan membuat batasan antara manusia dan hatinya, dan bahwa kepada-Nya lah kamu sekalian akan dikumpulkan” (QS 8: 24)

(lebih…)

Madu tak semanis Syurga

Posted: 26 Oktober 2009 in Khidmat Hati

Malaikat berkata; “Menegakan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik; menyerahkan diri, harta, dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu; dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari pada  meniti sehelai rambut’

Hidup adalah perjuangan… dimanapun, kapanpun, dan siapapun pasti akan mengalami masa tersulit dalam kehidupannya. Terkadang kita menjadi sangat rapuh, serapuh keroposnya kayu  yang lapuk dimakan usia. Masih segar dalam ingatan kita, bagaimana lemahnya hati ini ketika Tuhan melimpahkan musibah pada saudara-saudara kita si Sumatra Barat. Apakah itu kita? Selemah itukah kita? Musibah adalah sarana dari sekian banyak sarana yang Tuhan berikan pada hambanya. Sebuah belaian kasih dan sayang Tuhan dalam rangka mencapai tingkatan hamba  yang lebih mulia. Manusia yang baik adalah manusia yang bisa mengambil sari pati hikmah dalam setiap kejadian yang dialaminya. Hakekat hidup sebenarnya seperti kita berada dalam perahu kecil di tengah-tengah samudera luas yang setiap saat dapat terombang-ambing oleh ombak, tersapu badai yang besar, dan beradu dengan paus-paus yang lapar. Siapa yang mampu melawan dan berpegang teguh pada kedua sisi perahu maka dia adalah pemenang kehidupan ini. Eeit..belum tentu sahabatku…

(lebih…)

Sumur dan ayat tuhan

Posted: 24 Oktober 2009 in Khidmat Hati

Apabila anda menggali sumur, anda harus menggalinya jauh ke dalam sampai anda menemukan sumber mata airnya. Dapatkah sumur itu penuh tanpa mencapai sumber yang dalam itu? Bila anda bergantung pada hujan atau sumber luar lain untuk mengisi sumur itu, maka air itu hanya akan menguap atau diserap oleh tanah.

Lalu, bagaimana anda dapat membasuh diri anda atau menghilangkan dahaga anda?

Hanya jika anda menggali cukup dalam untuk mendapatkan mata air, maka anda akan sampai pada sumber air yang tak habis-habisnya. Demikian juga halnya, jika anda membaca ayat-ayat dari kitab suci,tanpa menggali lebih dalam untuk mencari maknanya, hal itu seperti menggali sebuah sumur tanpa mencapai mata air atau seperti mencoba mengisinya dengan air hujan, kedua cara ini tidak akan  memadai. Hanya apabila anda membuka mata air yang ada di dalamnya dan ilmu Tuhan mengalir dari sana, maka mata air sifat-sifat Tuhan akan mengisi hatimu.

Hanya setelah itu anda akan mendapatkan kedamaian dan ketenangan. Kearifan dan ilmu Tuhan ini harus timbul dari dalam diri anda;

Kisah Tuhan dan doa mesti dipahami dari sisi batin. Maka anda akan memperoleh semua yang anda butuhkan untuk diri anda, dan anda juga akan merasa cukup untuk berbagi dengan orang lain.

M.R. Bawa Muhayyaddin

Ketauladanan Ali

Posted: 24 Oktober 2009 in Khidmat Hati

Tidak ada khalifah yang paling mencintai ukhuwwah, ketika orang berusaha menghancurkannya, seperti Ali ibn Abi Thalib. Baru saja dia memegang tampuk pemerintahan, beberapa orang tokoh sahabat melakukan pemberontakan. Dua orang di antara pemimpin Muhajirin meminta izin untuk melakukan umrah. Ternyata mereka kemudian bergabung dengan pasukan pembangkang. Walaupun menurut hukum Islam pembangkang harus diperangi, Ali memilih pendekatan persuasif. Dia mengirim beberapa orang utusan untuk menyadarkan mereka. Beberapa pucuk surat dikirimkan. Namun, seluruh upaya ini gagal. Jumlah pasukan pemberontak semakin membengkak. Mereka bergerak menuju Basra.

Dengan hati yang berat, Ali menghimpun pasukan. Ketika dia sampai di perbatasan Basra, di satu tempat yang bernama Alzawiyah, dia turun dari kuda. Dia melakukan shalat empat rakaat. Usai shalat, dia merebahkan pipinya ke atas tanah dan air matanya mengalir membasahi tanah di bawahnya. Kemudian dia mengangkat tangan dan berdo’a: “Ya Allah, yang memelihara langit dan apa-apa yang dinaunginya, yang memelihara bumi dan apa-apa yang ditumbuhkannya. Wahai Tuhan pemilik ‘arasy nan agung. Inilah Basra. Aku mohon kepada-Mu kebaikan kota ini. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya. Ya Allah, masukkanlah aku ke tempat masuk yang baik, karena Engkaulah sebaik-baiknya yang menempatkan orang. Ya Allah, mereka telah membangkang aku, menentang aku dan memutuskan bay’ah-ku. Ya Allah, peliharalah darah kaum Muslim.”

(lebih…)