Tinta Kehidupanku

sang pelembut hati

Aku adalah arus air yang mengalir dalam Nil kehidupan

Aku adalah air mata kebahagian dan kesedihan

Aku seperti burung hantu yang menatap curiga kepadamu

Aku seperti anak panah yang menghujam dada setiap kaum kafir

Cukuplah usiaku menjadi saksi episode kehidupanku

Cukuplah khusnudzonmu menjadi pengobat lara hati ini

Cukuplah nikmat ini menjadi sebuah keberuntungan bagi kehidupanku

Karena Aku plus Allah sudah cukup bagiku

Setiap langkah kulalui dengan pengharapan

Mencoba untuk memilih jalan yang terbaik

Setiap saat akan ku hujanimu dengan senyuman

Mencoba sedikit membahagiakan seseorang

Aaah.. capek rasanya,

kepenatan dunia membuatku tak berdaya

ingin rasanya aku mengadu, tapi…

pada siapa…

oh iya…

ada sahabat, saudara, orang tua, dan ternyata aku masih memilikinya

lebih bangga lagi aku seorang muslim.

Mudah-mudahan kemuslimanku bisa membawaku pada ridhoNya

Segenap jiwa dan hati ini merindukan SyurgaNya…

 

 

Rizal Anis Rifqi

(Rizal Anis Rifqi)

Komentar
  1. Rindu berkata:

    Hidup adalah perjalanan menuju kematian, maka buatlah tapak tapak yang berarti, agar kita dikenang sebagai orang yang punya arti, sebagai sang pelembut hati tentunya 🙂

    sang pelembut hati
    mudah2an ada hikmah dalam setiap tapak kehidupan sang pelembut hati. terimakasih sudah berkunjung mbak rindu…sang inspirator.

  2. hanif berkata:

    Antum ikhwah UNY ya? boleh tahu siapa antum sebenarnya

    sang pelembut hati
    akhi…apalah arti sebuah nama. aku adalah orang yang gelisah…hatiku akan selalu terpaut dengan ikhwah dimanapun ia berada karena ada ikatan akidah disana. mohon maaf biar Allah dan aku saja yang tahu…karena Allah plus aku sudah cukup.

  3. hanif berkata:

    Setiap kegelisahan itu punya maknanya. Begitu juga dengan nama. Nama ada agar aku bisa membedakan dirimu dengan sahabat yang lainnya karena setiap orang kadang ingin diperlakukan dengan sebaik2nya dan hal tersebut menimbulkan banyak perbedaan penyikapan karena adanya perbedaan sudut pandang.

    sang pelembut hati
    sahabat..cukuplah kegelisahanmu menjadi mistery kehidupan. tapi yang pasti aku begitu dekat denganmu…

  4. Siti Fatimah Ahmad berkata:

    Assalaamu’alaikum

    Selamat buat saudara Sang Pelembut hati kerana sudah menikmati hidup yang dianugerahi Allah sehingga kini dan sehingga tiba masa panggilannya.

    Hidup ini adalah perjuangan.
    Untuk berjuang harus dengan daya fikir.
    Untuk berfikir perlu menggunakan akal.
    Dengan akal, jadilah manusia yang dengan sebabnya dilantik sebagai “khalifatullah fil ardh.”
    Tujuan dijadikan Khalifah adalah untuk memakmurkan bumi dan isi alamnya.

    Barulah kehidupan sebagai manusia diharmonikan dengan kasih sayang dan persaudaraan yang penuh hikmah melalui siraman wangian dari kasih sayang Allah swt yang menyerata benua alam.
    Salam manis dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Bangi, Malaysia.

    sang pelembut hati;
    kata-kata yang indah. semoga kesejahteraan dan kebahagiaan menyelimutimu.

  5. isil berkata:

    aslkm..lapor mas..
    blog nya sudah tertempel di blog saya..

    moga ukhuwah ini bisa terus terjaga..

    sang pelembut hati;
    sama…link mba juga dah di pasang di blog saya.

  6. niefha berkata:

    assalamu’alaykum..

    For the first time main ke sini.
    Salam kenal untuk tetangga baru 🙂

    – Yogya –

  7. wongalusaceh berkata:

    TERCERAH AKAN SEBUAH ASA YANG TERPAMPANG
    HANTARKAN AKU PADA SEMUA PUSARAN KEHIDUPAN
    dalam kelembutan selaksa lazuardy yang menapak tilas
    berkembang sang kejora dalam kelembutan tiada tara
    tiada yang kumau kecuali satu
    tiada kutahu selain satu
    dia
    dia
    dia
    oh betapa indahnya
    hidup karena ada dirimu,

    sang pelembut hati:
    itu puisi untuk siapa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s