Air mata kesederhanaan

Posted: 3 Oktober 2010 in Khidmat Hati

Masih teringat jelas dalam ingatanku, bagaimana orang tua setengah baya itu mendorong grobak kecil berisikan makanan. Soto ayam pak Bean demikian nama yang tertera dal, gerobak tersebut. Mungkin tak terhitung berapa kilometer ia berjalan untuk menjajakan barang daganganya. Kita tidak akan bisa membayangkan bagaimana lelah dan capeknya yang ia lakukan hanya untuk mendapatkan sesuap nasi atau menghidupi anak dan istrinya. Namun, semua itu ia jalanai setiap hari agar ia mendapatkan sebuah senyuman anak lelaki yang sekarang menginjak remaja dan seorang istri yang setia mendidik dan menungguinya di rumah. Tak ada raut muka kesedihan dalam wajahnya. Ia masih saja bisa tersenyum kecil seraya menyapu keringat di wajahnya.

Begitu pula dengan istri dan anaknya. Tidak ada kedukaan dalam menjalani kehidupan ini. Mereka masih saja bisa tertawa saat-saat mereka berkumpul bersama. Mereka yakin akan keadilan tuhan, Ia tak akan memberikan beban melebihan kemampuan hambanya. Begitu yang di ajarkan oleh seorang pak Bean kepada anak dan istrinya. Walau terkadang untuk menghadapi hidup ini tak jarang air mata ini menetes setiap kali mereka menyadari keadaannya yang sekarang. Akan tetapi di balik air mata yang berjatuhan itu masih saja ada setitik senyum di wajah mereka.

Kini kulihat ia masih saja mendorong gerobaknya melawan teriknya matahari dan panasnya aspak di siang bolong. Dengan baju lusuh dan bertobi alak kadarnya ia mantab untuk mencari rezeki yang telah di janjikan oleh tuhan. Ya tuhan, aku pasrahkan ikhtiar ini padaMU, berikanlah kepada hamba dan keluarga hamba rezeki yang halal, walau sedikit ya rabb insya Allah kami bisa menerima. Begitu ia memulai dengan doa untuk mengiringi usaha menawarkan daganganya. Doa itu pulalah yang ia panjatkan tiap hari. Dan mengisi tiap malamnya di setiap tahajud dan hajat yang ia lakukan. Kemudian ia sempurnakan dengan shalat dhuha di pagi harinya.

Tiap kali aku melihat keringat di wajahnya, iapun dengan sedikit usaha berusaha mengusap keringat tersebut. Tiap kali keringat yang menetes dari wajahnya tiap kali pula ia puas. Pikirnya, biarkan keringat ini menjadi saksi bagaimana usaha hamba dalam menjemput rezeki yang telah tuhan tetapkan. Tiap kali ada pembeli, maka serbuan ucapan syukur mengalir dalam mulutnya. Ia lakukan itu sebagai pemberian atasnya dari Tuhan semesta alam. Dan Alhamdulillah daganganya tidak pernah sepi dari pembeli. Allahu alam bishowab

Pak bean adalah sedikit dari banyak banyaknya seorang ayah sekaligus suami yang bertanggung jawab. Ia tetap berusaha memberi nafkah pada anak dan istrinya.  Walau terkadang peluh dan kesah menyelimuti hidupnya. Dan iringan air mata kesederhanaan mengalir dari pelopak matanya. Di setiap tahajud dan hajat yang ia lakukan. Tanda bahwa ia adalah makhluk yang tak berdaya. Setelah berusaha maka ia sempurnakan dengan tawakal kepadanya. Semua ia serahkan pada Tuhan yang maha member rezeki. Untuk ayah, terima kasih atas jasamu ananda tak akan pernah bisa membayar semuanya. Ananda hanya bisa melakukan satu hal yaitu menjadi anak yang sholeh supaya berharap kelak di yaumul akhir nanti kesholehan ananda bisa membawa ayah ke syurgaNYA. Amin…

Iklan
Komentar
  1. Assalaamu’alaikum Sang Pelembut Hati..

    Dada ini mahu menghamburkan sebaknya dek keharuan dan kesyahduan kala membaca tulisan Sang Pelembut Hati di atas. Subhanallah… kisah ketulusan hati seorang ayah yang selalu bersyukur dengan nikmat hidup yang dikaruniakan kepadanya.

    Pasrah tanpa mengeluh, redha tanpa kecewa dan ceria walau hidupnya sederhana dalam sukar. Pengorbanan dari setiap keringat yang menghambur menjadi keringanan jika mengingatkan usaha yang dilakukan bagi mengihup keluarga adalah hasil yang halal.

    Semoga anak dan isteri kepada sang ayah akan selalu mengerti kepayahan yang dilalui oleh sang ayah dalam mencari sesuap nasi bagi membahagiakan keluarga mereka. Oleh itu, balasilah pengorbanan orang tua dengan sebaik mungkin selagi mereka masih bernyawa segar di bumi Allah SWT.

    Teruskan berkarya mas. Salam mesra dari saya di Sarawak.

  2. Brotoadmojo berkata:

    Seorang kepala keluarga yang patut menjadi teladan. Tawakal dan ikhlas menjalani hidup, selalu bersyukur dengan apa yang telah didapatkan. Semoga Allah SWT mencatat semua yang telah beliau kerjakan sebagai catatan amal, karena saya yakin Allah SWT suka kepada hambaNYA yang bekerja keras.

    Terimakasih untuk cerita inspiratif ini.
    Salam

  3. Cara beli rumah berkata:

    air mata itu memang sederhana,… tetapi makna yang terkandung di balik air mata itu yang tidak sederhana,….

  4. Assalaamu’alaikum Rudi…
    Sahabat…. Tiada embun yang lebih bening selain beningnya hati
    Di bulan Zulhijjah, Iedul Adha kembali menyapa hari
    Kemaafan dipohon untuk khilaf dan salah jika mengkhianati
    Sebuah pengorbanan tulus jadi iktibar membaiki diri

    Mohon Maaf Lahir dan Bathin

    Salam keindahan Iedul Adha 1431 H dari saya di Sarikei, Sarawak.

  5. Kisah yang membuat siapapun pasti terharu dan berkata “salut!”… Hidup ini memang penuh liku-liku, namun sebuah contoh di atas membuktikan bahwa hidup itu jangan dibuat susah, namun perlu dijalani dengan ikhlas, tabah dan dengan kerja keras. Semoga hidup ini menjadi berkah bagi semuanya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s