Budaya Sehat di Sekolah

Posted: 10 Desember 2009 in Rekonstruksi Pendidikan

Manado, Rabu (10 Juni 2009) — Upaya untuk mewujudkan generasi mendatang yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat terus digalakkan. Kantin sekolah yang memenuhi syarat kesehatan merupakan salah satu indikator kunci sekolah sehat. Usaha kesehatan sekolah mendorong terwujudnya budaya sehat di sekolah.

Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan Nasional (Sesjen Depdiknas) Dodi Nandika menyampaikan, sanitasi di sekolah perlu mendapatkan perhatian khusus seperti masalah air bersih, pembuangan sampah, dan limbah. Dia mengingatkan, bahwa jajanan sekolah berpotensi tidak bergizi, mengandung bahan pewarna, dan bahan pengawet berbahaya.

“Dengan menciptakan sekolah yang bersih dan sehat berarti menciptakan lingkungan yang kondusif bagi terjadinya proses belajar mengajar yang lebih baik. Anak – anak bisa belajar dengan tenang dan menyerap pengetahuan di sekolah,” katanya pada pencanangan Kantin Sehat Sekolah (KSS) di SMPN 1 Manado, Sulawesi Utara, Rabu (10/06/2009).

Dodi mengatakan, Depdiknas melalui Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani Depdiknas melakukan upaya kesehatan sekolah dengan  pemberdayaan kantin sekolah. Dia menyebutkan, program yang dijalankan adalah melakukan penyuluhan dan bimbingan teknis kepada kepala sekolah dan guru. Program selanjutnya adalah memberikan bantuan blockgrant untuk penyediaan sarana, serta melakukan monitoring dan evaluasi. “Pengelolaan kantin sehat sekolah melibatkan guru dan siswa,” katanya.

Dodi menyebutkan, pada 2009 pengembangan KSS dilakukan di sebanyak 288 sekolah di 33 provinsi. Masing – masing provinsi mendapatkan bantuan sebanyak Rp.120 juta. “Bantuan yang diberikan bervariasi antara Rp.10 juta sampai dengan Rp.30 juta per sekolah,” katanya.

Kepala Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani Depdiknas Widaninggar Widjajanti mengatakan, KSS adalah kantin yang memenuhi syarat kesehatan dari sarana dan prasarana. Adapun, kata dia, pangan jajanan yang tersedia adalah pangan yang sehat, bergizi dan aman dikonsumsi. “Ini merupakan upaya Depdiknas dalam mengantisipasi banyaknya pangan jajanan anak sekolah yang tidak memenuhi syarat,” katanya.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara R.J.Mamuaja mengatakan, mutu sumberdaya manusia (SDM) menjadi hal utama dan tidak bisa diabaikan. Menurut dia, hanya SDM berkualitas yang mampu menghadapi era globalisasi. Dia berharap, setiap sekolah bisa menyediakan kantin sehat dan pangan jajanan yang dapat dikonsumsi oleh anak-anak. “Supaya nantinya bisa mencetak SDM yang berkualitas dan pintar, tetapi tidak sakit – sakitan,” katanya.***


Sumber: Pers Depdiknas

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s