Bantuan Dana bagi Penulis Buku

Posted: 10 Desember 2009 in Rekonstruksi Pendidikan

Jakarta, Jumat (19 Juni 2009) — Guna mendorong penulis supaya lebih termotivasi untuk menulis buku, pemerintah memberikan bantuan dana. Pada 2009, Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional (Pusbuk Depdiknas) menganggarkan bantuan kepada penulis buku sebanyak Rp.2 milyar untuk 500 judul buku. Upaya ini dilakukan untuk menyediakan buku yang bermutu dan sesuai standar nasional.

Sekretaris Jenderal Depdiknas Dodi Nandika mengatakan, bantuan insentif ini merupakan langkah konkret pemerintah bagi para penulis buku yang memerlukan dana yang dapat digunakan untuk mengumpulkan bahan tulisan dan menulis awal. “Kita sediakan blockgrant subsidi kepada rekan – rekan penulis buku,” katanya usai membuka pameran Hari Buku Se Dunia dan Hari Buku Nasional 2009 di Plaza Depdiknas, Jakarta, Jumat (19/06/2009) .

Dodi menyampaikan, bantuan ini tidak hanya dikhususkan untuk menulis buku teks pelajaran, tetapi akan digunakan untuk buku pengayaan. Depdiknas, kata dia, juga membeli dan membantu penerbitan serta pengedaran majalah sastra Horison. “Negara besar seperti ini hanya punya satu majalah sastra yaitu majalah Horison, sedangkan negara kecil lain punya tiga sampai empat,” katanya.

Dodi menyebutkan, saat ini perbandingan membaca mencapai 1/3 per siswa per tahun. Menurut dia, kendala yang dialami adalah masalah budaya, kesenangan, minat, dan kendala teknis seperti buku belum tersedia dengan mudah, harganya belum murah, dan di perpustakaan belum tersedia dengan baik. “Daerah terpencil, perbatasan, dan di pulau terluar sulit membeli buku. Toko buku juga jarang di kota – kota kecil di Indonesia,” katanya.
Terkait upaya untuk menurunkan harga buku, Pemerintah, kata Dodi, berusaha mulai dengan membuat Undang-Undang Perpustakaan, menyusun Undang – Undang Perbukuan, dan program membeli hak cipta buku. “Sebanyak 400 lebih buku sudah dibeli oleh pemerintah dengan harga cukup mahal miliaran rupiah totalnya. Kemudian, dibagikan hak ciptanya, boleh digandakan, disebarkan, dijualbelikan kepada masyarakat, sehingga teman –Β  teman di daerah terpencil sekarang sudah bisa menggandakan dan mengkopi tanpa harus terkena oleh royalti atau hak cipta itu,” katanya.

Kepala Pusat Perbukuan Depdiknas Sugijanto mengatakan, bantuan ini diberikan kepada para penulis buku yang pernah mengajukan penulisan ke Depdiknas, yaitu penulisan buku teks pelajaran yang tidak lulus seleksi. Selain itu, kata dia, bantuan diberikan bagi penulis buku sayembara. “Kita prioritaskan untuk daerah di luar Jawa. Kita berikan bantuan 70 persen untuk luar Jawa dan 30 persen untuk dalam Jawa,” katanya.

Sugijanto mengatakan, bantuan dana berupa uang digunakan untuk memperbaiki bahan yang telah diajukan untuk meningkatkan penulisan yang akan datang. Untuk satu buku teks pelajaran, untuk setiap tulisan diberikan bantuan sebanyak Rp.4 juta. Dia mencontohkan, jika satu penulis mengajukan tiga judul akan mendapatkan bantuan sebanyak Rp.12 juta. “Satu penulis bisa dapat (bantuan) tiga tulisan itu,” katanya.***


Sumber: Pers Depdiknas

Iklan
Komentar
  1. Dangstars berkata:

    Semoga jangan hanya angan-angan,
    πŸ˜› Semoga menjadikan semangat para penulis.

    sang pelembut hati;
    amin.

    • Dangstars berkata:

      Menarik ya.. πŸ˜€
      Kalo seminggu bisa bikin satu buku πŸ˜€
      Coba setahun πŸ˜€

      sang pelembut hati;
      yach, mudah2han bisa produktif menulis buku.dan Indonesia di banjiri dengan buku2 karya anak negeri yang bermutu.

  2. zipoer7 berkata:

    Salam Takzim
    Buku yang standar nasional seperti apa ya pak, mohon pencerahannya
    Salam Takzim Batavusqu.

    sang pelembut hati;
    dengan memuat standar yang sudah di tetapkan oleh Mendiknas berdasarkan grade sekolahnya. materinya sudah di analysis oleh berbagai ahli dengan pendekatan yang bermacam2.

  3. cah ndeso berkata:

    duuhh…kapan yah bisa terlaksana? Dan semoga saja bisa dikabulkan. Setidaknya kedepannya, bisa memacu penulis2 muda untuk lebih kreatif dan kompetitif πŸ˜‰

    Salam sukses dari Lereng Muria Pak 😎

    sang pelembut hati;
    mungkin itu jalan yang terbaik. bravo pendidikan dan bravo para pendidik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s