Proyek Kehidupan

Posted: 27 November 2009 in Semak-semak Kehidupan

Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya untuk berhenti dari pekerjaan tersebut kepada pemilik perusahaan. Tentu saja karena tidak bekerjan ia akan kehilangan penghasilan bulanannya. Tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin istirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.

Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon kepada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya.

Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan kepada tugas terakhirnya itu. Ia pun menegerjakan proyek itu dengan ogah-ogahan. Ia cuma mengerjakan proyek itu dengan menggunakan bahan-bahan sekedarnya.

Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Tentu hasilnya bukanlah rumah denga kualitas yang terbaik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.

Ketika pemilik rumah itu datang untuk melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. “ini adalah rumahmu”, katanya “hadiah dari kami”.

Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya sedang mengerjakan rumahnya sendiri, ia tentu akan mengerjakan dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus, buah karyanya sendiri.

 

*di ambil dari buku “mengasah hati” dengan perubahan oleh Zaim Saidi.

Iklan
Komentar
  1. tutinonka berkata:

    Kisah yang penuh hikmah. Terimakasih telah menghadirkan kisah yang indah ini …

    sang pelembut hati;
    sama-sama bu..mudah-mudahan dapat bermanfaat.

  2. Dangstars berkata:

    Segala hal harus diproyekan dan di tenderkan..
    Nice Artikel

    sang pelembut hati
    betul itu kang, kita sedang mengerjakan proyek besar kehidupan kita.

  3. Dangstars berkata:

    Selamat hari raya Idul Adha..

    sang pelembut hati
    selamat hari raya Idul Adha juga.
    (Rizal Anis Rifki)

  4. idana berkata:

    ceritanya sarat makna kenidupan….thx atas sharing nya 🙂

    sang pelembut hati
    kehidupan ini berawal dari cerita2, dan ia sarat akan hikmah.

  5. thepenks berkata:

    kisah yang bagus dan indah…

    sang pelembut hati
    terima kasih, mudah2 kita dapat belajar dari cerita itu.

  6. kakve_Santi berkata:

    uhm,, tidak ikhlas maka kahirnya juga tidak berkualitas

    sang pelembut hati
    yaps…lakukanlah yang terbaik.

  7. tary si lempah kuning berkata:

    nice post, met lebaran yah?? heheh

    sang pelembut hati
    met lebaran juga…he,..he…juga

  8. isti berkata:

    kita harus melakukan segala sesuatu dengan prinspi “do the best” walau itu buat orang lain. Imbasnya akan ke kita juga. Selamat Idul Adha

    sang pelembut hati
    iya mbak…harusnya hidup ini di isi dengan karya2 terbaik kita. selamat Idul Adha juga

  9. ruanghatiberbagi berkata:

    kunjungan pagi hari ke ranah halaman maya sahabat, untuk menyapa dan mencari info baru serta bisa berharap untuk semoga semua sahabat selalu bahagia dan dalam lindungan Allah SWT

    sang pelembut hati
    mudah2an Allah memeberikan rahmatnya kepada hamba2nya yang taat. doa dari para sahabat adalah penghilang haus dahagaku.

  10. nia berkata:

    pelajaran yang sangat berharga dari seorang tukang kayu…

    jadi apapun yang kita kerjakan, hendaknya jangan setengah² … dengan begitu hasilnya bisa memuaskan, merupakan sesuatu kebahagian yang tak ternilai jika sudah merasakan kepuasan.

    sang pelembut hati
    kesungguhan hati…itulah kuncinya.

  11. hanif berkata:

    Aku pernah baca dimana y?
    Pada akhirnya seharusnya kita kalau bekerja harus dengan kesungguhan hati hingga kita mendapatkan hasil yang memuaskan.

    sang pelembut hati
    ah…mas hanif bisa aja, coba mas baca bukunya Zaim Saidi. yaps…betul sekali.

  12. achoey berkata:

    Bener2 ngena nih
    🙂

    sang pelembut hati
    yang kena apanya nih?

  13. yangputri berkata:

    dek postingan yang sarat makna, maaf telat mampir

    sang pelembut hati
    itu berkat mbak putri…selalu memotivasi saya untuk terus posting.hee…hee…makasih mbak put…

  14. Nanang berkata:

    Seperti itulah kita…sering tidak ikhlas dalam beramal..padahal segala sesuatu kebaikan yang kita kerjakan untuk orang lain pada hakikatnya fahalanya untuk kita sendiri. slm kenal:-)

    sang pelembut hati
    sepakat…

  15. hanif berkata:

    Kok tampilannya ganti mirip punya ade rindu?fansnya sih hi hi hi

    sang pelembut hati;
    mas hanif bisa aja nih…he..he…juga.
    cuma lagi pengen ganti suasana saja.

  16. cyzko berkata:

    semuanya ada di sini…rumah kita…..

    sang pelembut hati;
    kok mirip lagu siapa gitu? mas cyzko nih kayaknya lagi rindu dengan rumah.

  17. ali berkata:

    subhanallah,,,,
    indah sekali,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s