Madu tak semanis Syurga

Posted: 26 Oktober 2009 in Khidmat Hati

Malaikat berkata; “Menegakan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik; menyerahkan diri, harta, dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu; dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari pada  meniti sehelai rambut’

Hidup adalah perjuangan… dimanapun, kapanpun, dan siapapun pasti akan mengalami masa tersulit dalam kehidupannya. Terkadang kita menjadi sangat rapuh, serapuh keroposnya kayu  yang lapuk dimakan usia. Masih segar dalam ingatan kita, bagaimana lemahnya hati ini ketika Tuhan melimpahkan musibah pada saudara-saudara kita si Sumatra Barat. Apakah itu kita? Selemah itukah kita? Musibah adalah sarana dari sekian banyak sarana yang Tuhan berikan pada hambanya. Sebuah belaian kasih dan sayang Tuhan dalam rangka mencapai tingkatan hamba  yang lebih mulia. Manusia yang baik adalah manusia yang bisa mengambil sari pati hikmah dalam setiap kejadian yang dialaminya. Hakekat hidup sebenarnya seperti kita berada dalam perahu kecil di tengah-tengah samudera luas yang setiap saat dapat terombang-ambing oleh ombak, tersapu badai yang besar, dan beradu dengan paus-paus yang lapar. Siapa yang mampu melawan dan berpegang teguh pada kedua sisi perahu maka dia adalah pemenang kehidupan ini. Eeit..belum tentu sahabatku…

Ternyata yang terpenting dalam kehidupan ini adalah kita menemukan jati diri kita searah dengan tuntunan agama. Agar hati ini senantiasa tenang dan tidak tertipu oleh keindahan fatamorgana dunia. Karena fitrah jiwa kita merindukan syurga yang menawarkan keindahan. Bahkan tidak ada kata-katapun di dunia ini yang bisa menggambarkan kenikmatan syurga. Sehingga pantaslah seorang Mas Udik Abdullah dalam bukunya Madrasah Jiwa Perindu syurga menuliskan;

“Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Rabbmu dengan hati yang puas dan lagi di ridhoiNya. Maka masuklah dalam jamaah hamba-hambaKu dan masuklah kedalam syurgaKu”

Setidaknya ada 3 urusan yang bisa mengantarkan kita ke syurgaNya. Pertama, menyerahkan diri dan jiwa di jalanNya. Kedua, menafkahkan harta kita untuk mencari ridhoNya. Dan ketiga, menghabiskan waktu kita di dunia untuk kebermanfaatan sesama. Memaknai hidup memang sulit dan sempit. Ketika akal kita yang bodoh ini menyempitkan pikiran kita maka sebenarnya kita tengah berada dalam kerugian. Dan saat akal yang bodoh ini berpikir luas maka tunggulah waktunya dimana Tuhan akan menambah nikmat kepada hambanya yang berakal dan mensyukuri nikmat ini. Kenikmatan di dunia ini sungguh sangat indah, bagaimana jika kita juga mendapatkan syurga di akherat nanti. Renungkan!

Iklan
Komentar
  1. rudi berkata:

    tulisan yang menggugah…mampir ya.

    sang pelembut hati
    terima kasih sudah mampir…

  2. julie berkata:

    terima kasih atas kalimat-kalimat yang menyadarkanku
    ternyata mencari jati diripun aku belum bisa

    sangpelembuthati
    berterimakasihlah pada yang menciptakan kalimat-kalimat indah yang mengalir dalam setiap ukiran tinta sang pelembut hati. sama2 mbak…mudah2an bisa saling menyadarkan.

  3. hanif berkata:

    Aku memang belum pernah ke syurga, tetapi saat membaca surat Ar Rahman beserta isinya…selalu ada saja ada kerinduan yang tertahan

    sang pelembut hati
    membaca surat Ar rahman dalam kitab suci akan membawa kita pada puncak kerinduan pada syurgaNya. dan memang fitrah hati ini menuju kesana.

  4. nakjaDimande berkata:

    terimakasih, karena sudah alirkan kembali kata yang sudah diberikanNYA padamu..

    sang pelembut hati
    lisan ini sebenarnya rapuh untuk mengungkapkannya…sama2 mbak.

  5. yangputri berkata:

    nice posting sahabat…..

    sang pelembut hati
    terima kasih sahabat…mohon doanya untuk terus bisa melukiskan keajaiban-keajaiban Tuhan.

  6. melly berkata:

    kata2nya indah, bisa menjadi penenang di kemelut pikiranku sekarang
    terima kasih sudah mampir ke Blog saya 🙂
    salam kenal

    sang pelembut hati
    kata-kata diciptakan untuk di ungkapkan dan dinikmati…selagi kita punya hati maka kita bisa meneguk setiap kata-kata indah dengan hikmah. salam kenal juga..

  7. cerita cinta berkata:

    tulisan yang bagus… merindukan surga.

    hmm… jadi ingat lagunya krisye. ‘jika surga dan neraka tak pernah ada. masihkah kau menyebut NamaNya.’
    ‘jika surga dan neraka tak pernah ada, mashkah kau sujud KepadaNya?’

    bukan surga bukan neraka. hanya ALLAH saja

    nice post

    sang pelembut hati
    syurga dan neraka…sudah banyak orang yang lupa. kenapa? coba tanya pada hati kecilmu…ia akan bercerita tentang keindahan syurga dan kengerian neraka.

  8. dan berkata:

    ..ingatlah ni’mat tertinggi di surga… yaitu bertemu Allah..
    ..begitu juga ni’mat tertinggi di dunia.. yaitu mengenal Allah dengan benar dan dekat kpd-Nya dgn taat..

    sang pelembut hati
    hidup ini akan tentram jika hati sudah mencintai Allah lebih dari dirinya. terima kasih sahabat..
    karena memang nikmat tertinggi adalah kita bertemu dengan Rabb kita.

  9. betul….
    postingan yg menggugah. trims.. 😀

    btw, makasih udah mampir ke blog dila. 😉

    sang pelembut hati
    terima kasih sahabat…madu memang manis, tapi ternyata ada yang lebih manis lagi; membayangkan syurga saja sudah sangat nikmat, apalagi kita berada di dalamnya. Allahu’alam bishowab

  10. siwi berkata:

    Thanks for sharing 🙂

    sang pelembut hati
    sama2…terkadang bercerita dengan sahabat itu lebih menenteramkan hati.

  11. Dangstars berkata:

    Yo ke Surga….

    sang pelembut hati
    amin…moga kita termasuk di dalamny
    a.

  12. Dangstars berkata:

    Tapi madu bagus tuk kesehatan..

    sang pelembut hati
    betul-betul, manis dan baik untuk kesehatan.

  13. isti berkata:

    nice post. Mengingatkan saya betapa kecilnya manusia dihadapan Tuhan..

    sang pelembut hati
    terima kasih sudah berkunjung…sama2 saling mengingatkan mbak.

  14. Cyzko berkata:

    Amien hidup seperti lebah makan yang baik akan menghasilkan yang baik pula…..

    sang pelembut hati
    seandainya saja seperti itu…dunia ini akan jadi lebih baik.

  15. Assalamu’alaikum,
    Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya di blog saya. Naskah buku yang dimaksud, naskah apa, agama, fiksi? Untuk pertanyaan seputar mengirimkan naskah ke Penerbit, bisa dilihat jawabannya, di halaman buku saya, di blog saya (kebetulan pernah ada yang tanya, dengan pertanyaan yang hampir sama. (Dewi Yana)

    sang pelembut hati
    walaikum salam
    sama-sama mbak…aku banyak belajar dari blog mbak..
    naskah non-fiksi, bisa juga di bilang agama.
    insya Allah akan aku lihat tapi…bulan ini tidak ada alokasi untuk beli buku. bisa di kirimkan ke email aku.

  16. nia berkata:

    madu itu berasal dari lebah .. dan lebah itu selalu menghisap sari madu dari bunga² yang bermekaran ..

    ===
    salam kenal dan makasih udah masang link saya, he he

    sang pelembut hati
    benar…100 untuk mbak nia. lam kenal juga, mohon maaf sebelumnya tidak minta ijin untuk nge-link dulu.

  17. Assalamu’alaikum,
    Pak, karena jawabannya agak panjang, saya tulis di blog saya saja, di halaman buku saya (Dewi Yana)

    sang pelembut hati
    walaikum salam
    iya mbak…terima kasih.

  18. ceuceusovi berkata:

    selalu ada hikmah dibalik apapun yang terjadi dalam hidup kita… tetaplah berhusnudzon padaNya.. bersyukur..bersyukur dan bersyukur… nice posting..makasi dah mampir ke rumah saya..

    sang pelembut hati
    banyak episode dalam kehidupan kita sebenarnya penuh hikmah cuma kita kadang kurang cermat saja untuk memahaminya. sama2, terima kasih sudah mampir juga.

  19. achoey berkata:

    subhanallah
    Syurga
    Aku …

    sang pelembut hati
    maha suci Allah…
    harusnya ada lanjutannya tuh..aku…apa?
    terima kasih sudah berkunjung.

  20. yangputri berkata:

    hai sang pelembut hati….
    mana lagi postingannya..??
    sebagai kakak aku wajib mengingatkanmu supaya rajin2 posting 😀

    sang pelembut hati
    terima kasih kak…ini lagi nyari materi apa yang cocok.

  21. Abula berkata:

    sungguh menyejukkan hati tulisannya …
    dan mendorong untuk diaplikasi….
    terima kasih telah berbagi

    Salam hangat Selalu,
    AbulaMedia.com

  22. Abula berkata:

    komen saya ditanegkep satpam ya ..?
    galak juga ya satpamnya.. 😀

    Salam Hangat Selalu,
    AbulaMedia.com

    sang pelembut hati
    penjaga hati lebih baik…

  23. salman berkata:

    mantab….

    sang pelembut hati
    mirip acara di TV…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s