Masih teringat jelas dalam ingatanku, bagaimana orang tua setengah baya itu mendorong grobak kecil berisikan makanan. Soto ayam pak Bean demikian nama yang tertera dal, gerobak tersebut. Mungkin tak terhitung berapa kilometer ia berjalan untuk menjajakan barang daganganya. Kita tidak akan bisa membayangkan bagaimana lelah dan capeknya yang ia lakukan hanya untuk mendapatkan sesuap nasi atau menghidupi anak dan istrinya. Namun, semua itu ia jalanai setiap hari agar ia mendapatkan sebuah senyuman anak lelaki yang sekarang menginjak remaja dan seorang istri yang setia mendidik dan menungguinya di rumah. Tak ada raut muka kesedihan dalam wajahnya. Ia masih saja bisa tersenyum kecil seraya menyapu keringat di wajahnya. Baca entri selengkapnya »

http://www.suarapembaruan.com
Baru-baru ini negeri kita sedang diguncang oleh isu pemindahan ibukota. Jakarta yang sampai sekarang masih menjadi ibukota di kabarkan akan diganti oleh kota lain. Pasalnya kota Jakarta sudah terlalu ramai untuk digunakan sebagai pusat pemerintahan. Ini merupakan esses dari sebuah pergerakan urban masyarakat. Kita mengenal ada bedol desa; dimana masyarakat yang mendiami suatu daerah tertentu berduyun-duyun pindah ke kota di karenakan ingin mencari kehidupan yang lebih baik. Sehingga lonjakan jumlah penduduk kota semakin banyak. Jika ini tidak bisa ditangani dengan baik maka akan timbul permasalahan-permasalahan baru. Baca entri selengkapnya »
Pidato Presiden: Menyoal Hubungan RI dan Malaysia.
Posted: 1 September 2010 in Semak-semak Kehidupan
; Kita merindukan pemimpin yang berani dan tegas
Semalam (01/09) presiden republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono berpidato menanggapi ketegangan antara RI dan Malaysia. Pidato ini berisi respon Republik ini terhadap insiden penangkapan petugas DKP oleh petugas Malaysia di wilayah kelautan RI. Peristiwa ini ditanggapi keras oleh rakyat Indonesia. Demo ganyang Malaysiapun seolah silih berganti saling bersautan dari satu daerah ke daerah lain. Tanpa terkecuali. Para pejabat yang mengaku merasa kecewa dengan ulah petugas Malaysiapun menuntut agar Pemerintah Indonesia terutama Presiden bersikap tegas terhadap peristiwa tersebut Baca entri selengkapnya »
Dewasa ini banyak diantara kita tidak bisa mengerti arti sebuah kontribusi. Banyak manusia yang larut dalam keegoisan individunya saja. Mementingkan diri sendiri rupanya sudah menjadi kebutuhan. Peduli amat apa yang di lakukan dan diperbuat oleh orang lain, mungkin kalimat itu yang muncul pertama kali. Manusia seperti ini yang dipentingkan hanya bagaimana ia bisa hidup senang dan bahagia tanpa melihat orang lain. Seiring dengan perkembangan zaman dengan teknologi yang semakin maju maka manusia-manusia seperti itu terus bermunculan. Dimana pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh manusia bisa dikerjakan oleh mesin, dimana semakin terpinggirkannya nilai-nilai sosial kemasyarakatan. Kita menjadi makhluk individualis.
Sayangnya ini menjadi trendmark masa kini. Kita masih dikatakan kuno jika untuk mencuci baju saja masih menggunakan tangan sendiri, toh sudah ada mesin cuci. Begitu mungkin kata anak muda sekarang. Kalau bepergian ke kampus tidak menaiki kendaraan bermotor maka ia bukan mahasiswa padahal tempat tinggalnya sangat dekat dengan kampus. Fenomena semacam ini sudah menjadi jamur dimana, seakan-akan kehadiran teknology bisa menggantikan peran dan fungsi semua.sehingga nilai-nilai sosial sangat kurang kita lakukan. Karena semuanya bisa kita lakukan denganbantuan tekhnology. Contoh sederhana adalah penggunaan mesin pada industri. Semula semuanya dikerjakan oleh tenaga manusia akan tetapi sekarang bergeser menjadi tenaga mesin sehingga yang tadinya bisa memberikan kebermanfaatan sosial sekarang tidak lagi. Baca entri selengkapnya »
Seingatku bahwa bangsa ini masih mewarisi budaya timur.
Seingatku bahwa bangsa ini masih menjadi bangsa yang besar.
Seingatku bahwa bangsa ini mempunyai modal yang cukup untuk maju.
Seingatku bahwa bangsa ini masih menjadi bangsa yang heterogen dengan mayoritas umat Islamnya.

Sebagian orang menganggap bahwa musibah itu adalah sesuatu yang tidak membahagiakan dan buruk. Akan tetapi ada satu musibah yang bahagia bahkan ini bisa menjadi sebuah karunia. Itulah musibah cinta. Setiap orang akan mengatakan bahwa cinta adalah anugerah. Memang. Karena ia diciptakan dengan penuh kasih dan sayang, ia tercipta karena keindahan. Semua akan terlihat indah jika hatinya dipenuhi oleh perasaan cinta. Dan cinta itupulalah yang membuat hidup ini menjadi penuh warna kebahagiaan dan kesenangan. Lalu apa yang disebut dengan musibah kebahagiaan? Baca entri selengkapnya »

Hari ini aku tahu engkau hadir membawa sejuta warna. Engkau bukan hanya sebuah pelangi, tapi ratusan warna kombinasi ketulusan dan keindahan sang pencipta. Aku hari ini tersipu malu, melihat mesra engkau menyapaku. Biar orang lain merasa curiga, biar orang lain merasa terangah. Tapi kita akan tetap dalam kesendirian kita. Menatap penuh kasih dan mengenang setiap perjumpaan kita . Karena hanya itulah yang bisa kita lakukan. Kita masih belum terikat dalam ikatan nan suci. Kadang aku berpikir, percepat saja langkah ini. Tapi Dia yang maha tahu,,,,
Untukmu yang selalu dalam kesendirian.
25 July 2010
I am sorry to make you waiting for me. We believe God has created our fate.
Tiga orang guru sufi yang telah bertekad hendak mendapatkan kebenaran sampai ke rumah salah seorang dari guru-guru yang ternama.
Mereka memohon pertolongan dari sang guru. Sebagai jawaban, sang guru membawa mereka ke dalam kebunnya. Ia mengambil sebuah ranting kayu mati, menuju petak-petak kebunnya dan menebas kembang-kembang dari pohon-pohon yang menjulang.
Ketika mereka kembali ke dalam rumah, sang guru arif bijaksana duduk beserta siswa-siswanya dan bertanya:
“Apakah makna dari perbuatanku itu? Barang siapa di antara kamu memberi penafsiran yang benar akan menerima pengajaranku”.
Guru sufi yang pertama menjawab:
“Penafsiranku terhadap pelajaran tadi adalah “manusia-manusia yang menyangka bahwa mereka lebih banyak mengetahui daripada orang-orang lain harus disamaratakan dengan orang-orang lain dalam menerima pengajaran”.”
Guru sufi yang kedua menjawab:
“Pemahamanku mengenai perbuatanmu tadi adalah “sesuatu yang terlihat indah mungkin tidak penting dalam totalitasnya”.”
Guru sufi yang ketiga menjawab:
“Akan kuterangkan bahwa semua perbuatanmu itu menunjukkan “sebuah benda mati, bahkan sebuah ranting pengetahuan yang dipergunakan secara berulang-ulang, masih dapat mencelakakan benda-benda yang hidup”.”
Sang guru berkata:
“Kalian semua kuterima sebagai murid karena setiap orang di antara kalian memiliki penafsiran. Tak seorang pun di antara kalian mengetahui makna yang selengkapnya dan bersama-sama semua penafsiran-penafsiran kalian belumlah sempurna, namun masing-masing telah mengemukakan sebuah kebenaran.”
oleh Idries Shah

Sebulan lebih tak bersua membuat hati ini kering, ingin rasanya tuk tetap bersama tapi apa daya karena waktulah yang memisahkan kita. Untuk mengawali dan ucapan maaf saya karena sudah meninggalkan jejak-jejak luka pada sahabatku, aku persembahkan artikel ini;
Untukmu sahabat…
Inpirasiku…
…

By Rizal Anis Rifqi
Pendidikan adalah aset terbesar untuk bangsa ini.jika memang demikian, Ingatan saya langsung terbayang pada Negara tetangga kita yaitu Malaysia. Sebelum kita mengenal kemajuannya sekarang ternyata dulu mereka mengimport guru-guru pendidik dari Indonesia. Itu di lakukannya setelah merdeka. Lagi, bagaimana Negara Jepang menganggap bahwa pendidikan adalah aset yang paling berharga. Pasca kejadian pemboman kota Hirosima dan Nagasaki mereka tidak mencoba membangun fisik bangunan terlebih dahulu tapi mencari guru. Sehingga pada akhirnya kita mengenal Jepan dengan segala kemajuan tekhnology dan keunggulan SDMnya.
Pertanyaan terbesar dalam hidup saya adalah kenapa pasca Indonesia merdeka bukan pendidikan menjadi prioritas utama? Saya baru menemukan jawaban itu sekarang. Ternyata sederhana sekali jawabanya karena bangsa ini terlalu bangga dengan SDA yang banyak. Pasca merdeka kita lebih suka mengekploitasi SDA yang ada tanpa di imbangi dengan pendidikan yang baik bagi warganya. Baca entri selengkapnya »





